PODCAST KEREN WAJIB KENAL

https://www.estalinafebiola.com/podcast-keren-wajib-kenal/ ‎

Ada yang mau brain gym biar bisa imajinatif sekaligus kritis? Yuk dengerin podcast..

 

Belum lama ini gue lagi seneng dengerin podcast di Spotify, jadi kali ini gue mau share pengalaman gue selama dengerin podcast. Setelah mencoba beberapa podcast, sejauh ini ada beberapa yang menurut gue enak buat didengerin. Langsung aja ya, beberapa podcast favorit gue yaitu:

 

1. Podcast PSetuhnya

 

Podcast Psetuhnya merupakan singkatan dari Podcast Sehat Seutuhnya. Host dari podcast ini yaitu Willy Yonas yang merupakan seorang sarjana di bidang ilmu kesehatan. Ide Willy saat membuat podcast ini adalah untuk memberikan informasi seputar kesehatan secara komprehensif dengan berdasarkan pada hasil penelitian yang terbaru serta mematahkan mitos-mitos tentang kesehatan yang udah usang. Maka dari itu, setiap episode podcast yang disajikan oleh Willy mengikutsertakan narasumber yang beragam yaitu, dokter, psikolog, atlet, atau bahkan seorang aktivis yang fokus pada isu-isi kesehatan mental.

 

Dimana latar belakang pendidikan gue bukanlah di bidang kesehatan, gue pribadi merasa podcast ini seru buat mengisi waktu luang karena ada banyak banget mitos-mitos seputar kesehatan yang selama ini masih gue pegang tapi ternyata itu udah usang. Misalkan kayak info tentang susu sapi yang bagus banget untuk kesehatan dimana ternyata susu sapi masih kalah dibanding susu kedelai karena salah satu kandungan pada susu sapi yakni hormon IGF (Insuline-like Growth Factor) yang bisa memicu pembelahan sel secara masif yang pada akhirnya bisa menjadi pemicu kanker. Atau misalkan tentang penggunaan mouthwash yang diinfokan di iklan dapat membunuh bakteri tidak baik di dalam mulut, ternyata di podcast ini dijelaskan kalo penggunaannya sebaiknya dihindari karena bukan aja membunuh bakteri yang jahat tapi juga bisa membunuh bakteri baik yang ada di dalam mulut. Dimana bakteri baik ini untuk selanjutnya bisa membantu mengubah nitrat menjadi Nitric Oxide atau Nitrit Oksida. Nitrit Oksida ini berguna dalam membantu proses pelebaran pembuluh darah sehingga aliran darah tetap lancar atau dengan kata lain bisa mengurangi timbulnya penyakit seperti stroke dan jantung. Dan masih banyak mitos-mitos lainnya yang dibahas di podcast ini.

 

Seperti yang udah gue singgung sebelumnya, podcast ini juga banyak memberikan hasil riset terkini misalnya seperti bakteri baik dalam usus bisa bertambah selain dengan mengkonsumsi serat atau minuman probiotik, tapi juga ajaibnya bisa bertambah dengan olahraga. Ataupun informasi tentang isoflavon yang terkandung di dalam kedelai yang memiliki sifat yang fleksibel untuk tubuh manusia. Jadi kalau tubuh manusia kekurangan estrogen, dia akan meningkatkannya dan begitupun sebaliknya. Oia, masalah depresi juga dibahas disini dimana pola makan yang berfokus pada keragaman nabati terbukti bisa mempengaruhi mood atau menyembuhkan depresi. Uniknya di dalam episode yang membahas hubungan keragaman pola makan nabati dengan depresi ini, narasumbernya itu dulu adalah penyintas depresi yang sekarang menjadi vegan sekaligus pengusaha makanan sehat dengan brand bernama Burgreens yaitu Max Mandias. Singkatnya, ada lebih banyak lagi hasil riset terkini yang dibahas di podcast ini.

 

2. Riset Terus

 

Podcast Riset Terus digawangi oleh Annabelle Wenas dan Christ Billy. Dua orang host ini merupakan seorang periset dimana Annabelle Wenas di bidang riset start up dan Christ Billy di bidang akademis. Ide keduanya mengangkat tema ini adalah karena mereka berdua penyuka kegiatan riset dan mereka ingin membagikan perspektif dan wawasan yang dimiliki oleh para periset yang bergerak di berbagai bidang.

 

Menurut gue pribadi, ternyata seru juga dengerin podcast ini karena ngga cuma ceritain orang-orang yang kerja di divisi Research and Development di suatu perusahaan aja, tapi misalnya ada diskusi dengan dosen sekaligus mahasiswa S3 di jurusan viroimmunology (studi tentang respon kekebalan tubuh terhadap virus) yang sedang melakukan riset untuk disertasinya tentang virus. Meskipun dia tidak sedang meneliti tentang Covid-19, namun bahasan ini relate dengan kondisi saat ini dimana kita sedang mengalami pandemi karena virus. Kemudian ada cerita tentang suka duka aktivis kemanusiaan di organisasi Into The Light (organisasi yang fokus kepada permasalahan bunuh diri) dalam membuat riset hubungan antara stigma bunuh diri dengan niatan pencarian bantuan. Hasil riset menemukan hal yang unik yaitu stigma bunuh diri di Indonesia masih tinggi, sehingga yang timbul adalah semakin tinggi stigma menyebabkan semakin tinggi niatan untuk mencari bantuan karena disebabkan stigma publik yang diinternalisasi kepada self stigma yang membuat orang berusaha merubah dirinya menjadi positif.

 

Ada beberapa hal unik yang gue dapet saat dengerin podcast ini, salah satunya adalah saat wawancara dengan dosen sekaligus mahasiswa S3 tadi bahwa salah satu alasan kenapa dia suka dengan riset di bidang respon kekebalan tubuh terhadap virus karena virus menurut dia punya karakter unik yaitu cepat banget bermutasi menjadi varian-varian lain, sedangkan di satu sisi banyak pengidap penyakit yang disebabkan oleh virus harus menghadapi stigma seumur hidup dikarenakan belum ada obatnya dan penyakit tersebut dianggap “penyakit kotor”. Padahal tidak menutup kemungkinan bahwa pengidap penyakit yang terkena stigma tersebut adalah sebetulnya orang-orang baik yang tertular justru disebabkan oleh pasangan sahnya yang ternyata berperilaku kurang baik di belakang orang tersebut. Jadi si periset ini merasa tertarik untuk menemukan obat dari penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut untuk menolong orang-orang tidak bersalah yang terkena stigma. Oia, ada satu hal lagi yang gue suka yaitu di salah satu episodenya saat mewawancarai seorang arsitek. Dimana si arsitek ini ternyata saat melakukan riset sebelum merancang bangunan dia memiliki filosofi ingin memadukan unsur nasionalisme dan internasionalisme pada setiap rancangannya karena menurutnya, dia khawatir jika terlalu nasionalisme malah akan jatuh kepada sikap chauvinisme, sehingga idealnya harus juga memberikan sentuhan kebudayaaan bangsa lain sebagai bentuk perilaku menghargai bangsa lain.

 

Satu hal lagi yang gue suka dari podcast ini adalah terkadang pembicaraan diselingi oleh musik instrumental yang menarik jadi bisa menjadi hiburan di tengah-tengah diskusi dan adanya email yang dicantumkan sehingga membuka komunikasi antara podcaster dengan pendengar.

 

3. MJS

 

Podcast MJS adalah kepanjangan dari Masjid Jendral Sudirman. Jadi podcast ini merupakan kumpulan dari dokumentasi saat Dr. Fahruddin Faiz memberikan kuliah umum tentang filsafat yang diadakan di Masjid Jenderal Sudirman (Yogyakarta) yang rutin diadakan setiap satu minggu sekali. Meskipun diadakan di dalam masjid, kuliah umum yang dibahas oleh Dr. Fahruddin Faiz sangat beragam yaitu mulai dari Filsafat Timur (Buddhisme, Hinduisme, Mohisme, dan lainnya), Filsafat Yunani Kuno, Filsafat Islam, Tokoh Filsafat Era Modern, Filsafat Jawa, dan masih banyak lainnya. Dr. Fahruddin Faiz sendiri adalah doktor ilmu filsafat di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

 

Menurut gue pribadi yang membuat podcast ini menarik karena gaya komunikasi Dr. Fahruddin Faiz yang tenang, jelas pengucapannya, bisa membawakan materi berat dengan cara yang sesederhana mungkin, terkadang diselipi humor, tidak judgemental dan juga Dr. Fahruddin Faiz bukan hanya menjelaskan tentang aliran filsafat tertentu tapi juga mengemukakan pandangan pribadinya tentang aliran filsafat yang sedang dibahasnya tersebut. Sebagai contoh saat membahas tentang neoatheisme, Dr. Fahruddin Faiz membahas bahwa logika berpikir neoatheisme adalah bahwa science itu memiliki bukti sedangkan agama hanyalah percaya buta. Menurut Dr. Fahruddin Faiz terkadang science juga rentan untuk mengira-ngira, misalnya dalam kasus ketika seorang dokter memberikan obat atau perawatan kepada pasien tidak menjamin hal tersebut memberikan kesembuhan kepada pasien bahkan ada beberapa kasus dimana pasien harus datang ke beberapa dokter sebelum akhirnya bisa sembuh.

 

Pada intinya, podcast ini menurut gue menarik karena bisa membuat pembahasan yang berat menjadi sederhana dengan bahasa yang tidak bertele-tele dan ringan, cocok buat orang yang ingin sedikit mengintip tentang filsafat tapi tidak menyukai membaca bukunya secara langsung dikarenakan bahasa buku fisafat yang berbelit-belit. Podcast ini juga menyertakan Instagram, Twitter, website, dan email yang membuka lebih banyak ruang komunikasi antara pihak pembuat podcast dengan pendengar.

 

4. Peace Sea Podcast

 

Peace Sea Podcast merupakan podcast yang dibawakan oleh Pishi (guru yoga dan meditasi) dan Irine yang merupakan murid dari Pishi. Podcast ini dikemas dengan gaya diskusi atau tanya jawab antara Pishi dengan Irine. Meskipun Pishi adalah seorang guru yoga tapi podcast ini hanya membahas tentang meditasi.

 

Hal yang gue suka dari podcast ini adalah ada banyak episode di dalam podcast ini yang dibuka dengan pembahasan tentang kebiasaan tidak baik yang seringkali banyak orang lakukan dengan sadar maupun tidak disadari seperti toxic positivity, kecanduan, monkey mind, dan lainnya. Kemudian selesai diskusi, sesi ditutup dengan Pishi mengajarkan teknik meditasi yang relate dengan tema diskusi. Beberapa episode memang tidak dibuka dengan diskusi apapun yaitu langsung mengajarkan teknik meditasi dengan tujuan tertentu misalnya seperti, chakra healing dan pengaktifan chakra-chakra tertentu.

 

Ada hal unik yang gue rasakan saat mencoba chakra healing, yaitu tubuh gue relaks bahkan cenderung lemas tapi napas seperti berat agak sesak. Saat merasakan sensasi ini gue pikir ini cuma perasaan gue aja, tapi semakin lama gue semakin yakin kalo nafas gue semakin berat. Gue ngga sempat menyudahi sesi meditasi ini karena ternyata gue udah keburu masuk ke level gelombang otak delta sehingga gue otomatis ketiduran. Momen nafas gue nyesek sempet terlupakan saat gue bangun tidur, tapi momen ini jadi keinget lagi saat gue dengerin episode Experiences in Meditation. Gue baru tahu kalo nafas berat cenderung sesak yang gue rasain itu emang nyata karena ada beberapa orang yang juga pada saat awal-awal mencoba meditasi juga ngerasain hal yang sama. Selain nafas berat bahkan ada yang merasa kepala kayak diguyur air ataupun bersendawa terus dalam waktu tertentu. Dan akhirnya gue tahu kenapa gue merasa nafas gue berat karena ada cara yang salah saat gue meditasi dan akhirnya gue udah dapet jalan keluarnya biar ngga begitu lagi.

 

Menurut gue pribadi, podcast ini menarik buat dilirik bagi yang tertarik sama meditasi karena gaya diskusi dua host-nya yang clear, setiap episodenya juga ngga terlalu panjang sehingga diskusinya ngga bertele-tele, dan teknik meditasi yang diajarkan juga bervariasi.

 

5. Podcast Subjective

 

Podcast Subjective ini dibawakan oleh Iqbal Hariadi seorang blogger yang memperkenalkan dirinya sebagai seorang digital storyteller. Dari “bio-nya” terlihat sepertinya Iqbal lebih dahulu terjun sebagai blogger baru kemudian juga terjun menjadi podcaster. Hasil penelusuran terkini saat tulisan ini di-posting, Iqbal merupakan humas pada organisasi kitabisa.com.

 

Hal awal yang membuat gue tertarik dengerin podcast ini adalah karena judul-judul episodenya yang membuat gue penasaran seperti menjaga kesehatan mental lewat teknologi (aplikasi Riliv), skill untuk bersiap menghadapi The New Normal, membangun karir sebagai freelance ilustrator (lewat aplikasi Fiverr), gue (dulu) pencinta teori konspirasi, dan lain-lainnya. Dan saat mendengarkan ternyata gue suka karena gaya bicaranya jelas dan Iqbal ternyata kritis saat berdiskusi dengan para narasumber yang notabene merupakan orang yang berkompeten terkait tema diskusi. Gue bahkan ngga terpikir kalo ada hal-hal tertentu yang bisa Iqbal tanya ke narasumbernya. Pada intinya podcast ini mendiskusikan banyak hal terkait pop culture dengan gaya diskusi yang cerdas sehingga membuat podcast ini menarik.

 

Format podcast yang dibawakan Iqbal kebanyakan adalah diskusi tapi beberapa dibawakan dengan gaya monolog. Salah satunya di episode saat dia membahas tentang fatherhood. Btw, karena Iqbal awalnya adalah seorang blogger yang sekarang menjadi podcaster, kira-kira siapa ya dari member Kubbu yang mengikuti jejak Iqbal?..hehe.

 

6. Coming Home with Leila Chudori

 

Podcast Coming Home with Leila Chudori ini dibawakan oleh seorang penulis bernama Leila Chudori yang salah satu karyanya udah kita kenal yaitu Laut Bercerita. Pertama lihat nama podcast ini gue langsung tertarik karena gue inget novel bagus berjudul Laut Bercerita yang merupakan karya dari Leila Chudori. Setelah gue masuk ke podcast ini, ternyata pada “bio” podcast ini tertulis bahwa podcast ini merupakan hasil kerjasama antara Leila Chudori bareng Gramedia Pustaka Utama, Kepustakaan Populer Gramedia, dan Gentle Media.

 

Buat penyuka buku, podcast ini menurut gue merupakan pilihan yang sayang banget buat dilewatin karena di setiap diskusinya menghadirkan narasumber yang dekat dengan dunia seni seperti Seno Gumira Ajidarma, Dian Sastrowardoyo, dan lain-lainnya. Pada salah satu episodenya, podcast ini mengundang Dian Sastrowardoyo untuk membahas tentang karya J.D. Salinger yaitu terutama novel The Catcher in The Rye yang seringkali dirumorkan sebagai novel yang menginspirasi para pembunuh termasuk Mark Chapman si pembunuh John Lennon. Saat mengulas tentang novel ini ada satu hal yang menempel di benak gue yaitu saat Dian Sastrowardoyo mengatakan bahwa manfaat dari membaca novel-novel sastra itu salah satunya adalah tidak merasa sendirian atau kesepian saat menghadapi pahit manisnya kehidupan karena saat membaca sastra seseorang bisa menemukan karakter atau tokoh yang sedang mengalami hal yang sama dengan dirinya. Dan ini lebih lanjut bisa membuat kita memahami stage of our life. Tentunya ini menurut Dian Sastrowardoyo, kalau mau tahu bagaimana perspektif dari para seniman lainnya saat sedang membicarakan buku favorit mereka gimana, bisa langsung dengerin di podcast ini.

 

Bagi gue pribadi, podcast ini seperti infotainment tapi yang “digosipkan” bukan persona si public figure tapi karya si public figure dan persona dari tokoh-tokoh yang ada di dalam buku yang bagus tersebut.

 

Nah, tadi itu beberapa podcast yang saat ini sering jadi pilihan gue. Tentunya ada banyak podcast bagus lainnya yang belum sempet gue dengerin karena satu podcast aja pasti udah punya banyak episode dan kadang satu episode durasinya ada yang 1 jam-an 🙂

 

Kalo kamu, apa podcast favorit kamu?.. Silahkan disebut merk-nya..hehe..

66 thoughts on “PODCAST KEREN WAJIB KENAL

  1. Aku jarang dengerin podcast kak. Lebih sering dengerin musik, atau nonton obrolan di youtube. Sejatinya podcast emang lebih pada audio, bkan dalam bentuk video atau visual.

    Dari beberapa podcast yang disebutkan kak febi. Aku malah kepikiran buat dengerin MJS. Entah kenapa akhir-akhir ini tertarik dengan filsafat..hehhee

    Makasih kak febi untuk informasinya 😀

    1. Rivai, lo hampir selalu ada yang di 3 teratas kolom komen blog gw ya..hehe..

      Podcast MJS ini juga ada di youtube yang namanya MJS Channel..
      Meskipun ada di youtube, dia tetep cuma rekaman suara aja alias tanpa visual..
      Gue dengerin podcast biasanya kalo pas lagi mau tidur jadi tinggal sambil merem 😀

      Btw, thanks udah mampir..

          1. oya, blognya jangan dibuat gado-gado mbak. Buat yang spesifik biar semakin menarik..hahhahaa

            jangan dua komen juga sih, tahun ini belum update artikel baru. Masih disusun untuk jadi cerita berseri…hehhehe
            Jadi kalau baca, mungkin cerita-cerita lama sih..hehhehe

          2. haha.. abis pikiran gue suka random jadi akhirnya gado2..
            Emang ada yang nyaranin supaya jangan gado2 soalnya susah kalo mau dipakein adsense..
            Tapi yaudahlah, abis gimana ya emang udah begini deh modelannya 😀

            Thanks masukannya..

          3. sering-sering main ke blog ku aja. di sana banyak bloggers yang meninggalkan komentar. Rata-rata mereka memiliki tema sesuai dengan gambaran mau dibawa ke mana blog mereka. Tulisannya juga bagus-bagus.

            Mungkin bisa jadi gambaran untuk blog mbak febi mau dibawa kemana..hehehe
            ga usah berpikiran untuk adsense, blog aku aja juga belum daftar adsense. lebih memilih menikmati ngeblog dan silaturahmi dengan bloggers lainnya..hehehe

    2. Ups… semenarik itu ya kak Feb? Saya jarang banget mampir ke podcast. Namun baca pilihan podcast nya kak feb, keknya saya mulai ‘terprovokasi’ nih. Terutama Riset Terus. Secara, sayakan suka banget baca2 jurnal penelitian. Thanks kak feb

  2. Honestly aku belum pernah dengerin podcast sama sekali…buahahaa…tp setelah baca ini aku jadi penasaran….topiknya pun beragam….cocok banget utk belajar banyak hal dari orang2 yg ahli di bidangnya….aku baca ulasannya aja udah banyak banget hal yg bisa dipelajari…keren..thanks for sharing kak…

    1. Iya, kalo buat orang-orang yang visual, dimana format podcast yang cuma audio tuh ngga menarik sama sekali..
      Menurut gue enak didengerin disaat mata udah males liatan layar hp lagi tapi belom bisa tidur juga..
      Yuk, dicoba kali ketagihan..

      Btw, thanks udah mampir ya..

  3. Wahh, semua podcast nya bagus2 kak.. Dan aku paling penasaran sama Coming Home with Leila Chudori karena ada buku laut bercerita yang dari lama pengen aku baca, tapi di Ipusnas antri terus

    1. Haha.. dengerin podcast Coming Home With Leila Chudori ga bakal nyesel lah karena narasumbernya keren-keren dan diselenggarakan sama lembaga-lembaga yang fokus di bidang literasi..

      Btw, thanks udah mampir..

  4. Dengerin podcast hhmm kayanya aku baru beberapa kali aja, itu pun nggak punya chanel khusus yang aku suka. Pernah dengerin podcast karena cerita di blog aku pernah diangkat ke podcast oleh seseorang jadi dengerin deh.

    Tapiiii baca ulasan Febi aku jadi kepo sama yang disebutkan di atas, apalagi yang terakhir kulangsung follow dong. Makasih rekomendasinya, Feb.

    1. Nama podcast-nya kasih tahu dong, biar bisa gue dengerin juga 😀
      Gue sengaja tulis podcast yang bedah buku itu di nomor terakhir karena biar baca sampe bawah secara kubbu kayaknya sukanya sama buku ya..hehe.

      Btw, thanks udah mampir..

  5. Wah, banyak banget rekomendasi podcast baguuuuusssnyaaa. Makasih ya rekomendasinya 😍

    Aku juga suka dengerin podcast di spotify. Yang suka aku denger itu Hanan Ataki, PORD, & Curka. Asyik aja gitu dengerin sambil masak.

    1. Senengnya pas baca komen ini karena ketemu yang suka juga dengerin podcast di aplikasi Spotify..hehe..
      Kalo PORD kayaknya itu punya Raditya Dika ya ?
      Gue belom pernah dengerin isi podcast-nya Raditya Dika, tapi kalo tulisannya udah pernah beberapa kali dan menurut gue jeli banget..
      Waktu itu dia lagi bahas filsafat eksistensialisme di games The Sims..
      Kayaknya kalo ngeliat dari sini, podcast-nya harusnya bagus ya..hehe
      Otw mampir ke podcast2 tadi..

      Thanks, udah mampir..

  6. Aku suka dengerin Peace Sea Podcast, lumayan buat belajar meditasi. Rencana mau dengerin podcastnya Leila S. Chudori juga tapi belum kesampean sampe sekarang. Terus pas baca artikel kamu, aku baru tau ada MJS Podcast, kayanya seru banget deh. Makasi ya udah ngasih rekomendasi podcast yang seru-seru.

    1. Iya, Peace Sea Podcast itu podcast pertama yang gue dengerin dari aplikasi Spotify..
      Entah kenapa feeling gue maunya kesitu aja..
      Eh, ternyata isinya ngga mengecewakan..

      Dengerin podcast Leila Chudori asyik banget, soalnya yang menganalisis karya kreatif juga dari orang kreatif..

      MJS podcast seru banget, kalo ada nilai 11, gue kasih nilai 11..
      Bikin filsafat jadi bisa dikunyah sama orang yang ngga ambil jurusan filsafat 😀

      Btw, thanks udah mampir..

  7. Makasi rekomendasi podcast-nya! Nanti coba didengerin ah.
    Kalo aku suka dengerin podcast BBC Indonesia dan Apa Kata Tempo (untuk update berita), Membacakan Cerpen, Benang Merah, dan Podcast Obrolan Babibu.

    1. Akhirnya udah ada 2 blogger yang juga nyebut “merk” dari podcast yang mereka suka..
      Kalo sekilas dari podcast2 yang disebut, kayaknya feeling gue bilang yang pertama bakal gue cari yaitu Benang Merah..
      Dari namanya kayaknya ada unsur misteri gitu..hehe..

      Btw, thanks udah mampir..

  8. Hampir tiap hari saya dengerin podcast Deddy Corbuzier, tapi di Youtube. Mungkin ada di Spotify juga yah, tapi bbrp hari setelah upload di Youtube… Banyak tambahan pengetahuan dari bermacam sudut pandang, setelah dengerin podcast

    1. Iya, beberapa kali gue juga nonton podcast-nya Dedy Corbuzier kalo lagi pas buka Youtube..
      Gue juga pernah liat di Spotify ada podcastnya Dedy Corbuzier juga tapi dalam format audio aja..

      Podcast-nya Dedy Corbuzier menurut gue bagus dimana kelebihannya bisa menghadirkan selebritis yang lagi “up” di saat itu dan Dedy juga kritis pas lagi wawancarain narasumber..

      Btw, thanks udah mampir n sharing nama podcast favorit 😀

    2. Cuuung penyuka podcast, ampe bikin chanel sendiri hahahaha.

      Gue dengerin subjective, dedy corbuzier, podcast kajian kajian, sama podcast recehan yang bikin ngakak, random

      Kalo lagi bosen dengerin lagu, gue prefer dengerin podcast, soalnya bisa sambil ngerjain yang laen, ga ganggu aktifitas utama.

      Tengkyu referensinya bebbb

    3. Sejujurnya sejauh ini aku belum tertarik dengerin podcast..entah kenapa..mungkin salah satunya karena aku bukan tipe auditori yang suka mendengar omongan, hehe..Tapi kalau tahu tema2 yang podcast yg dibagikan Mba Febi ini kok menaeik juga ya…suatu saat akan kucoba.. thanks Mbak sharingnya.

  9. Selama ini malah belum tertarik untuk dengar podcast, entah karena sudah kebanyakan meeting online atau memang belum “click” saja. Pas baca ini, jadi penasaran bakal dengerin deh beberapa podcast di atas agar menemukan “click” dulu.

  10. Wah penasaran sama podcast psetuhnya sama coming homenya leila chudori. Dulu aku podcast mania banget. Soalnya enak didengerin sambil jemuran atau beberes rumah atau sambil setrika. Haha. Sekarang udah jarang dengerin podcast. Tapi masih dengerin sih walau nggak se heavy dulu

  11. Gw spotify biasa cuma dengerin music instrumental buat teman kerja, atau baca.

    Lagu lagu up bead saat lari.

    Podcast yang gw pernah gw dengerin adalah Menjadi Manusia dan Suara puan semacam musikalisasi puisi. Itu juga di rekomendasikan teman.

    Hmm dari list yang febi review di atas aku tertarik No 1,2 dan 3.

    Lumayan nih ada alternatif lain buat podcast.

    makasih ya atas reviewnya dapat insight lagi nih aku.

  12. Thanks list podcast keren yang wajib dikenalnya, Kak
    Aku tipe pembaca dan pendengar, jadi lebih demen versi audio macam radio dan terakhir podcast. Apalagi tambah usia ya, karena dengerin itu bisa nyambi kerjaan lain, enggak mesti mantengin di depannya, jadi bisa dilakukan sambil ngapain aja…Termasuk rebahan atau pas tiduran hehe
    Aku tapi random sih dengernya, ntar kukepoin list ini, buat referensi:)

  13. Wahh Ternyata saya memang Kurang Jauh mainnya, Biasa nya podcast yang saya tonton yang katanya smart people, terkadang isinya orang orang bikin sensasi, habis itu minta maaf sambil nangis nangis, dengan tulisan mba nya, saya jadi punya referensi yang lain, Sekali Lagi Thank You mba Feby, Ulasannya menarik sekali

  14. Podcast itu radio jaman now kan ya… Emang keren banget si podcast, tapi kalau dengerin di HP suka skip skip, tapi kalau dengerinnya via gadget lain yg gak lagi kita pegang, bisa dengerinnya sampai selesai 😅

  15. Aku jarang banget dengerin podcast, karena sering mengantuk kalau mendengarkan audio selain musik. Tapi barusan coba dengerin podcast Psetuhnya yang direkomendasiin kok menarik banget. Bisa jadi pilihan mengisi waktu nih. Thank infonya, Kak.

  16. Yah ampun, saya jarang banget dengerin podcast. karena lebih suka yang visual, walaupun uda banyak konsep podcast yang dibuat visual. Tapi jadi penasaran deh pengen nyari-nyari podcast yang seru.

  17. Yaaa ampuuun … Kok bisa ya dr semuanya blm perng ada yang aku denger. Favorite aku msh thirty day of lunch siii om shegario sm fellexandro. Penasaraaan bgt sihh aslii sm podcast yg kamu mention

  18. Wah setelah membaca pembahasan tentang podcast sepertinya menarik juga untuk dicoba. Jujur, aku belum pernah dengerin podcast. Tapi menurutku rekomendasinya cukup bagus. Aku sendiri jadi tertarik dengan podcast yang tentang kesehatan juga meditasi oleh guru yoga. Terimakasih sharingnya kak.

  19. Wahhh podcast lover bgt ya kak, hampir semua genre loh. Thank’s kak buat recommendasinya. Kalau Gue lagi suka podcastnya Reza Chandika, sukanya yang receh-receh.

  20. Terus terang aku belum pernah mendengarkan potcase secara teratur dan tau nama-nama potcase. Paling mendengarkan pas ada teman yang share tentang potcase tertentu.
    Ternyata menarik banget yah semua potcase yang kak Feby sampaikan. Nanti wajib dicoba.
    Aku jadi tertarik sama meditasi yang bisa sampe ketiduran. Biar insome ku bisa berkurang.

  21. Meskipun gw bukan pecinta podcast, tapi dsri cerita di atas ada beberapa podcast yg bikin gw tertarik untuk mengikutinya..

    Anyway, podcast yg gw suka mungkin adalah podcast dimana gw jadi narasumbernya. *canda
    Wkwkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!