HOTELICIOUS: TRAPPED IN THE HOTEL

Penasaran gimana suka duka dibalik kerennya anak hotel?

 

Sekarang saatnya gue sharing buku berjudul Hotelicious: Trapped in The Hotel karya Anna Swan yang merupakan profesional di bidang industri perhotelan dan ingin berbagi pengalaman pribadi dibalik necisnya dunia perhotelan

 

Apa yang membuat gue memutuskan buat baca buku ini?

 

Hal yang membuat gue memutuskan untuk baca buku ini adalah karena sebelumnya gue pernah mengulas buku tentang pengalaman para travellers saat mereka menginap di hotel maupun hostel. Dimana di buku itu gue bisa sampe terheran-heran dan tertawa-tawa saat membaca kisah mereka memperoleh hotel atau hostel yang aneh. Nah, jadi sekarang ceritanya gue pengen juga mengulas sebuah buku dari sudut pandang yang sebaliknya yaitu dari kacamata seseorang yang bekerja di bisnis perhotelan saat menangani tamu-tamunya ataupun segala hal yang terkait dengan aspek-aspek di dalam dunia perhotelan itu sendiri. Akhirnya sampailah gue dipertemukan dengan buku berjudul Hotelicious: Trapped in The Hotel yang merupakan karya Anna Swan yang merupakan profesional di dunia perhotelan.

Continue reading “HOTELICIOUS: TRAPPED IN THE HOTEL”

NATASHA: MENGUNGKAPKAN PERDAGANGAN SEKS DUNIA

Penasaran sama fenomena yang telah menghilangkan beberapa generasi wanita-wanita cantik di Eropa Tengah dan Eropa Timur?

 

Beberapa minggu yang lalu, gue nemuin sebuah buku dengan judul yang menurut gue provokatif karya seorang jurnalis Kanada bernama Victor Malarek. Yup, ngga butuh lama buat gue untuk akhirnya memutuskan untuk membaca buku ini dan sharing di blog. Buku ini mungkin ditulis udah cukup lama oleh penulisnya, jadi mungkin aja udah ada yang pernah baca buku ini ya..hehe.

 

Apa yang membuat gue memutuskan untuk membaca buku ini?

 

Hal pertama yang membuat gue melirik buku ini adalah karena judulnya yang provokatif yaitu Natasha: Mengungkapkan Perdagangan Seks Dunia. Kemudian gue iseng googling siapa Victor Malarek sang penulis. Gue dapet info ternyata dia adalah jurnalis senior yang berkebangsaan Kanada dan buku ini merupakan bagian dari laporan investigatifnya saat menjalani profesinya tersebut.

Continue reading “NATASHA: MENGUNGKAPKAN PERDAGANGAN SEKS DUNIA”

RESILIENT: GOING THROUGH THE PAIN

 

Mau tahu masalah mental yang diperkirakan telah menghilangkan nyawa 800.000 orang di dunia per tahunnya?

Bertepatan dengan hari penyintas kehilangan bunuh diri internasional (international survivors of suicide loss) yang jatuh pada tanggal 23 November, salah satu organisasi non profit di Indonesia yaitu Into The Light, mengadakan suatu talk show di Mall Pacific Place atau tepatnya di @america dengan tema Resilient: Going Through The Pain. Into The Light menganggap talk show ini penting untuk terselenggaranya mengingat begitu tingginya angka bunuh diri yaitu menurut World Health Organization diperkirakan setiap tahunnya terdapat 800.000 orang yang meninggal karena bunuh diri. Talk show ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan jiwa agar dapat mencegah bunuh diri serta langkah apa yang dapat diambil oleh para orang terdekat dari korban bunuh diri yang disebut sebagai penyintas kehilangan bunuh diri (survivors of suicide loss) untuk menyembuhkan luka mereka setelah kepergian orang terdekat yang melakukan bunuh diri.

Continue reading “RESILIENT: GOING THROUGH THE PAIN”

VAKSINASI MENINGITIS & INFLUENZA DI RS FATMAWATI

 

Mau tahu prosedur anti ribet dapetin vaksin meningitis ataupun influenza di RS Fatmawati?

Kali ini gue mau berbagi cerita soal pengalaman gue saat mencoba salah satu pelayanan kesehatan yang disediakan oleh Rumah Sakit Fatmawati yaitu pelayanan suntik meningitis dan influenza. Gue mencoba pelayanan ini pada tanggal 16 November 2019. Alesan gue posting ini adalah mudah-mudahan buat yang lagi mau melakukan suntik meningitis ataupun influenza di Rumah Sakit Fatmawati yang berada di bilangan Jakarta Selatan, bisa dapet informasi tambahan selain dari buka situs dari rumah sakitnya itu sendiri.

Continue reading “VAKSINASI MENINGITIS & INFLUENZA DI RS FATMAWATI”

THE HO[S]TEL 2

 

Mau tahu kisah nyata travellers apes saat salah pilih hotel atau hostel?

Seperti yang pernah gue tulis di postingan sebelumnya yaitu The Ho[s]tel, kali ini gue mau share pengalaman gue setelah baca buku sekuelnya yaitu The Ho[s]tel 2 karya Ariy dan beberapa penulis lainnya. Perbedaan buku pertama dengan kedua yaitu di buku kedua ini, Ariy mengadakan sayembara kepada siapa saja yang mau berbagi pengalaman mereka saat menginap di hotel maupun di hostel. Cerita yang dianggap seru dan bisa memberikan pelajaran positif bagi travellers yang membaca buku ini, maka akan dimasukkan ke dalam buku ini. Oia, buat yang belum baca buku The Ho[s]tel yang pertama, bisa langsung baca buku The Ho[s]tel 2 karena cerita-cerita yang ada di dalam bukunya berupa cerita pendek yang tidak bersambung.

Apa yang membuat gue memutuskan untuk membaca buku ini?

Seperti yang udah pernah gue posting sebelumnya, yang utama kenapa gue memutuskan untuk lanjut membaca sekuel karya Ariy ini, karena menurut gue memilih penginapan saat travelling itu krusial banget. Singkatnya, karena di penginapan itu kita biasanya titip barang dan juga sebagai tempat kita beristirahat supaya besoknya kita bisa lanjut eksplor destinasi wisata dengan perasaan segar. Kedua, karena gue udah pernah baca buku yang pertama dan menurut gue bagus karena di akhir cerita selalu memberikan tips buat pembacanya biar keadaan zonk ngga terulang lagi buat travellers lainnya.

Continue reading “THE HO[S]TEL 2”

TRUST AND BOUNDARIES

 

Pernah ngga lo baca kalimat yang bilang manusia itu pada hakikatnya hanya setia sama kebutuhannya?

Iya, belum lama ini gue ngga sengaja baca statement yang intinya bilang “manusia setia pada kebutuhannya”. Sayangnya gue lupa gue pernah baca ini dimana, jadi ngga bisa kasih tahu sumbernya..hehe. Oke lanjut, terus kemudian kalo setiap manusia punya kebutuhan tertentu dan berusaha memenuhi kebutuhannya itu lewat hubungan sosial, kemudian bagaimana cara manusia saling memenuhi kebutuhan masing- masing tanpa menjadi abusif bagi orang lain dan menjadi abusif terhadap dirinya sendiri? Dan terkadang tanpa dipungkiri manusia melakukan hal itu secara sadar ataupun tanpa sadar, bukan?..hehe.

Continue reading “TRUST AND BOUNDARIES”

MERU

 

Pendakian puncak di India ini tingkat kesulitannya bisa jadi rival beratnya pendakian Everest loh, kok bisa?

Karena pertama kali tertarik gabung di Komunitas Backpacker Jakarta adalah penasaran mau cobain naik gunung –dan dengan harga yang bersahabat..hehe-, jadi kali ini gue mau sharing tentang film dokumenter karya Jimmy Chin dan Elizabeth Chai Vasarhelyi (Amerika) yang menurut gue bagus karena memberikan motivasi positif dan berhubungan dengan mountaineering yang bisa dijadikan pilihan buat mengisi waktu luang. Film dokumenter ini sebenarnya sudah lama tayangnya yaitu di tahun 2015, jadi mungkin sudah ada yang pernah nonton. Jadi kali ini sharing khusus buat yang kebetulan belum nonton. Dan buat yang sudah nonton, makasih masih mau baca posting-an ini..hehe..

Continue reading “MERU”

THE ORANGE GIRL

 

Mau rasain novel filsafat dengan aroma genre young adult romance?

Kali ini gue mau sharing tentang novel berjudul The Orange Girl yang baru aja selesai gue baca. Novel ini karya penulis Jostein Gaarder. Seperti biasa, Gaarder yang punya latar belakang karir sebagai guru filsafat di Swedia kali ini juga mengangkat tema yang terkait sama latar belakang karirnya itu.

Terus apa yang membuat gue memutuskan untuk membaca novel ini?

Sebetulnya alesan gue memutuskan untuk membaca novel ini adalah karena Gaarder termasuk penulis favorit gue. Gue penasaran pengen tahu, perenungan apalagi yang bakal dia kasih di novelnya kali ini. Apalagi kali ini Gaarder nyebut-nyebut tentang teleskop Hubble, pasti langsung kepikiran kan gimana misteriusnya alam semesta. Apalagi sih yang mau Gaarder ekpresiin di dalam novelnya kali ini yang merupakan interseksi antara filsafat dengan astronomi.

Continue reading “THE ORANGE GIRL”

THE BREADWINNER

Penasaran sama film bertema feminisme? Yuk, kesini.

Masih dengan tema yang sama, kali ini gue mau cerita dikit soal salah satu film yang gue tonton di event Europe on Screen 2018 tepat pada tanggal 9 Mei 2018 jam 19:30. Film ini diputar di beberapa venues, tapi gue tonton ini di Institut Francais d’Indonesie (M.H. Thamrin). Judul film ini yaitu The Breadwinner, merupakan film yang berasal dari Irlandia, dan disutradarai oleh Nora Twomey. Film ini diangkat dari novel karya Deborah Ellis dengan judul yang sama. Ini film kartun satu-satunya di event ini yang gue tonton. Awalnya gue masih bimbang mau nonton apa ngga film ini, tapi akhirnya gue putusin buat nonton karena rasa penasaran gue..hehe. Dan ternyata setelah nonton, gue sama sekali ngga ngerasa nyesel udah nonton film ini. Impressive!

Continue reading “THE BREADWINNER”

TEHRAN TABOO

Suka film yang kontroversial? Silahkan lahap Tehran Taboo.

Salah satu film yang gue tonton di event Europe on Screen 2018 dan sayang rasanya buat ngga di-posting yaitu Tehran Taboo (2017). Film ini dibuat oleh sutradara kelahiran Iran yaitu Ali Soozandeh, namun telah menetap lama di Jerman sejak 1990-an. Pantes ya di buku yang jadi guide tentang acara ini, film ini diinfokan sebagai film yang berasal dari negara Jerman..hehe. Gue nonton film ini pada tanggal 12 Mei 2018 di Institut Francais d’Indonesie (M.H. Thamrin) tepat pukul 17.00 WIB. Jadi film ini adalah film terakhir yang gue tonton di event ini. Pertama kali nonton film ini, mungkin karena ngga terbiasa, gue ngga nyaman ngeliat teknik rotoscoping yang dipakai pada film ini. Tapi ternyata perasaan ngga nyaman ini kalah dengan tema dan plot menggigit yang dibawa sama film ini. Di sepuluh (10) menit pertama, film ini sukses bikin gue yang bisa dibilang bukan movie-buff fanatik merasa gerah ngga keruan..hehe.

Continue reading “TEHRAN TABOO”

error: Content is protected !!