AIRCRAFT IN YOU

https://www.estalinafebiola.com/aircraft-in-you/

Mau tahu apa aja filosofi pemberdayaan diri dibalik mekanisme pesawat terbang? Yuk ada di sini..

 

Buku yang kali ini mau gue bahas adalah buku berjudul Aircraft in You yang merupakan karya Soesanto Goentoro yang merupakan seorang pengusaha di biro perjalanan, hipnoterapis, grafologi, fotografer, dan penggemar aeromodelling.

 

Apa yang membuat gue memutuskan untuk membaca buku ini?

 

Faktor yang membuat gue memutuskan untuk membaca buku ini adalah karena buku ini menjadikan pesawat komersil sebagai metafora bagi siapa aja yang tertarik dengan dunia pemberdayaan diri atau dengan kata lain dari sebuah pesawat kita bisa mengambil pelajaran atau suatu filosofi tertentu agar dapat menata kehidupan. Meskipun gue pribadi jarang menggunakan pesawat kalo lagi travelling, tapi tentunya gue pikir pesawat adalah salah satu alat transportasi yang ngga asing di telinga siapapapun apalagi buat mereka yang suka travelling. Oia, buku ini juga banyak dapat testimoni positif dari orang – orang yang cukup terkenal di Indonesia seperti Andy F. Noya, Andrie Wongso, James Gwee, dan lain – lain.

 

Apa yang gue rasakan setelah membaca buku ini?

 

Buat gue pribadi yang ngga terlalu tertarik dengan dunia kedirgantaraan dan biasanya kebanyakan menghabiskan waktu buat tidur saat sesekali ada kesempatan buat naik pesawat, buku ini memberikan perspektif baru. Di dalam buku ini bukan cuma dijelaskan SOP dalam penerbangan, nama dan fungsi dari beberapa komponen penting yang ada di dalam pesawat, tugas dari masing – masing profesi yang terkait penerbangan, tetapi juga penulis menjelaskan filosofi atau pelajaran hidup yang bisa diambil oleh siapapun dari hal – hal tersebut yang sekiranya berguna bagi pemberdayaan diri.

 

Secara garis besar, buku ini membahas tentang SOP, fungsi dari fitur yang terkait dalam dunia penerbangan, dan tugas para profesional yang terkait dunia penerbangan yang dibagi ke dalam beberapa bab. Pada bab – bab awal, penulis membahas tentang destinasi penerbangan, hal – hal yang harus dilakukan oleh pilot sebelum lepas landas seperti melakukan cek list terkait kelayakan mesin, roda, kabin untuk para kru, dan hal – hal teknis lainnya, serta hal – hal yang harus dilakukan oleh pramugari / pramugara sebelum pesawat lepas landas yaitu melakukan peragaan penanganan keselamatan. Pada bagian ini, penulis secara eksplisit ingin mengemukakan bahwa hal – hal tersebut mengandung makna filosofis yang kuat sehingga bisa diterapkan oleh siapapun sebagai langkah awal untuk menata kehidupannya dengan baik yaitu dengan menentukan tujuan hidup (destinasi), mengecek persiapan apa yang sudah dilakukan (termasuk di dalamnya menghitung skor SWOT atau strength, weakness, opportunity, dan weakness yang kita miliki), dan penerapan manajemen resiko.

 

Berbicara tentang destinasi, sebelum pesawat lepas landas pilot sudah paham destinasi yang dituju karena hal tersebut akan menentukan koordinat tujuan, ketinggian terbang pesawat, dan hal – hal lainnya yang krusial. Jika sekiranya pilot tidak paham destinasi yang dia tuju, maka penerbangan bukan saja menjadi tidak jelas tapi juga bisa membahayakan pesawat lainnya. Dalam bab ini, penulis ingin pembaca bisa mengambil filosofi dari hal tersebut bahwa menentukan tujuan hidup yang jelas bisa diterapkan bagi siapapun yang ingin menata kehidupannya. Saat membaca bagian ini, gue jadi inget beberapa tulisan yang pernah gue baca di sosial media saat ada beberapa orang yang curhat bahwa dirinya merasa hampa, tidak punya gairah hidup mau ngapain hari ini, apa mungkin ya salah satunya karena tidak tahu atau mungkin kurang tepat dalam menentukan tujuan hidup.

 

Beralih ke perihal daftar cek list yang harus dilakukan oleh seorang pilot sebelum pesawat lepas landas, pada intinya pada bagian ini penulis ingin menginfokan bahwa filosofi ini bisa diterapkan untuk siapapun yang ingin menata kehidupannya agar dapat mempersiapkan diri secara matang dan menghindarkan diri dari melewatkan hal – hal penting yang seharusnya tidak boleh terlewatkan dengan melakukan cek list tersebut. Dalam bagian ini, gue merasa orang yang telah melakukan persiapan dengan baik, tentunya secara otomatis dia pasti akan menghitung skor SWOT yang dimiliki, dimana hal ini selanjutnya penting untuk menjadi acuan dalam hal melakukan manajemen resiko. Hal ini juga mengingatkan gue bahwa orang biasanya melakukan kesalahan fatal jika berada pada dua titik ekstrim yaitu saat di titik masih bodoh dan di titik sudah mahir sehingga menjadi overconfidence. Seringkali kita mendapati bahwa kecelakaan fatal terjadi karena faktor overconfidence, sehingga menurut gue pribadi persiapan / cek list tetap diperlukan.

 

Masuk pada bab yang membahas tentang keselamatan atau manajemen resiko pada penerbangan, pada bagian ini penulis mengilustrasikan tentang peragaan penggunaan sabuk pengaman, masker oksigen, baju pelampung, dan menunjukkan pintu darurat yang biasanya dilakukan oleh pramugari / pramugara. Pada bagian ini, gue pribadi melihat bahwa alat- alat keamanan untuk penumpang tersebut tercipta karena diawali dari pemikiran bahwa jika keadaan terburuk terjadi, maka keselamatan tetap diupayakan semaksimal mungkin. Atau dengan kata lain yang lebih frontal adalah safety tools tersebut tercipta diawali oleh adanya “negative thinking” tetapi niatnya baik. Gue pribadi, pada bagian ini merasa bahwa terkadang dalam hidup negative thinking itu diperlukan selama sesuai dengan konteks dan dalam kadar yang cukup. Begitu juga dengan positive thinking, kita juga perlu dalam kadar yang cukup dan konteksnya sesuai.

 

Melewati tiga bab pertama di dalam buku ini atau yang gue istilahkan sebagai memasuki bab pertengahan hingga akhir dalam buku ini, penulis mulai mengenalkan beragam komponen teknis yang ada di dalam pesawat, fungsi, SOP, dan tugas dari beberapa kru atau profesi terkait penerbangan, yang kemudian selanjutnya dia menjelaskan filosofi yang bisa dipetik dari hal – hal tersebut. Komponen – komponen teknis tersebut yaitu elevator, mesin, sayap pesawat, yoke, aileron, dashboard, throttle, dan air brake. Untuk lights off dan maintenance, masuk di dalam kategori SOP. Sedangkan beberapa kru atau profesi terkait penerbangan yaitu pilot, pramugari / pramugara, dan Air Traffic Controller.

 

Kita mulai bahas tentang komponen teknis yang berada di dalam pesawat dan filosofi yang ingin penulis kemukakan di bukunya tersebut secara singkat. Komponen elevator jika terangkat maka memungkinkan hidung pesawat akan terangkat dan sayap pesawat pun membentuk sudut tertentu sehingga pesawat dapat mengudara ataupun melakukan manuver – manuver tertentu. Dalam kaitannya dengan hal ini, penulis ingin pembaca bisa mengambil filosofi dari hal tersebut yaitu bahwa elevator itu laksana niat. Niat yang baik sangat dibutuhkan dalam proses menata  diri.

 

Komponen teknis selanjutnya yaitu mesin pesawat terbang, dimana mesin ini berfungsi untuk memberikan daya dorong sehingga pesawat dapat melaju dengan kecepatan tinggi supaya bisa mulai mengudara. Dalam bab ini penulis ingin pembaca dapat menarik filosofi dari mesin pesawat tersebut yaitu siapapun yang berkomitmen untuk memberdayakan dirinya pasti membutuhkan tenaga atau usaha yang besar.

 

Komponen berikutnya yaitu sayap pesawat terbang, dimana sayap pesawat ini jika membentuk sudut kemiringan tertentu (angle of attack) terhadap arah angin, maka akan menghasilkan suatu kondisi dimana angin dapat memberikan daya angkat terhadap pesawat melalui sayap pesawat. Dalam hal ini, penulis ingin pembaca dapat mengambil pelajaran dari filosofi sayap pesawat tersebut yaitu bahwa pesawat dapat terbang jika sayap pesawat ditempa dengan angin yang hebat. Dalam kondisi ini sudah natural jika seseorang diberikan tantangan yang besar dalam hidupnya, maka boleh jadi hal itulah yang bisa menghantarkan dia menuju level yang lebih tinggi. Oia, angle of attack ini juga dijelaskan di dalam buku bahwa jika sudutnya tidak pas, maka pesawat akan jatuh (stall).  Sekedar tambahan dari gue pribadi, kadang gue perhatiin orang – orang yang bisa dibilang sukses itu mereka mirip seperti pesawat yang punya angle of attack yang pas yaitu mereka ngga overconfidence / sombong, tapi juga ngga lack of confidence, jadi pas ada di tengah – tengah.

 

Kemudian ada komponen yang bernama yoke. Yoke ini adalah alat kendali di dalam pesawat terbang yang berfungsi untuk menentukan arah dan mengendalikannya sesuai dengan destinasi pesawat. Yoke ini seperti sebuah setir di dalam mobil. Dalam hal ini, penulis ingin pembaca bisa mengambil filosofi dari cara kerja yoke, dimana dalam hidup kendali hidup diperlukan agar dapat tetap on the track pada tujuan dan niat awal karena tentunya pasti banyak tantangan, hambatan, dan godaan.

 

Komponen selanjutnya masih ada di sisi sayap pesawat terbang, yaitu aileron. Aileron ini berfungsi membantu menjaga kestabilan dan keamanan pesawat. Cara kerja aileron ini adalah apabila aileron bagian kanan bergerak ke atas, maka aileron bagian kiri bergerak ke bawah (dan begitupun sebaliknya). Dalam mengungkapkan komponen ini, bisa ditebak kalo penulis ingin mengungkapkan bahwa dari sistem mekanisme kerja aileron, ada filosofi yang bisa diambil yaitu saat mengejar impian perlu juga ada keseimbangan dalam hidup atau mungkin yang sekarang populer dengan istilah work – life balance. Tapi kalo menurut gue pribadi, ngga cuma dalam aspek kerja versus kehidupan personal aja sih, tapi dalam aspek apapun kalo kita udah ngga seimbang lagi, secara otomatis biasanya semesta bakal “nyeimbangin” kita lagi meski kadang efek awalnya kaget banget..hehe.

 

Komponen dashboard atau yang dalam dunia penerbangan dikenal dengan istilah indicator. Di dalam kokpit, ada banyak indicator yang harus dipahami oleh pilot seperti indikator kecepatan pesawat di udara, indikator tekanan udara di luar pesawat terbang, dan indikator – indikator lainnya. Pada bagian ini, penulis ingin pembaca bisa memahami kalo filosofi dari indicator pesawat bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari misalnya yaitu kita harus paham dan peka terhadap tanda – tanda biologis ataupun psikologis yang ditunjukkan oleh tubuh saat ada sesuatu yang kurang baik sehingga meminimalisir kita untuk sampai jatuh sakit atau collapse.

 

Komponen throttle dan air brake adalah komponen di dalam pesawat yang memiliki fungsi menambah tenaga agar dapat meningkatkan kecepatan pesawat (throttle) dan air brake untuk memperlambat laju pesawat (air brake). Pada bagian ini, penulis ingin mengungkapkan bahwa filosofi dari mekanisme ini bisa diterapkan dalam hidup seseorang yaitu bisa memahami kapan mempercepat pergerakannya dan kapan dapat menciptakan jeda dalam meraih apa yang diinginkan. Saat baca bagian ini, gue jadi inget pernah baca soal Law of Rhythm, dimana segala sesuatu itu kurang lebih ada masa atau ritmenya. Jadi kurang lebih intinya adalah selain perlu mengejar, sebaiknya diselingi dengan menciptakan jeda atau kekosongan. Jeda atau kekosongan itu perlu karena merupakan bagian dari upaya mendapatkan apa yang diinginkan.

 

Selanjutnya kita beralih ke salah satu SOP yaitu lights off. Saat pesawat sedang take off atau landing di malam hari, maka biasanya kabin dalam posisi lampu dipadamkan. Hal ini bertujuan agar mata para penumpang terbiasa dengan suasana gelap, sehingga jika terjadi hal – hal tertentu yang mengharuskan dilakukannya evakuasi maka mata penumpang telah beradaptasi dengan kondisi di luar pesawat yang gelap. Pada bagian ini penulis ingin menjelaskan bahwa dari SOP tersebut ada filosofi yang bisa diambil yaitu tentang kecepatan beradaptasi. Penulis pada bagian ini ingin menjelaskan bahwa jika ingin berhasil mendapatkan apa yang diinginkan, maka diperlukan kecepatan untuk beradaptasi.

 

Salah satu SOP lainnya yang diperlukan yakni maintenance pesawat karena pesawat jika telah mencapai jam terbang tertentu maka perlu dijaga standar kelayakan beroperasinya dengan cara diberikan maintenance. Penulis dalam hal ini ingin memaparkan bahwa sejatinya dari mekanisme ini manusia juga bisa meniru hal tersebut yaitu rajin melakukan maintenance ataupun upgrade diri untuk menjaga kebugaran fisik dan psikis serta selalu siap dengan tantangan yang semakin besar di depan.

 

Kemudian memasuki bagian – bagian terakhir ada beberapa job desk yang diungkapkan oleh penulis terkait penerbangan yaitu pramugari / pramugara, Air Traffic Controller (ATC), dan pilot. Kita bahas mulai dari pramugari / pramugara dimana fungsinya melakukan pelayanan dan bantuan keselamatan jika terjadi hal – hal yang mengharuskan hal tersebut wajib dilakukan. Hal ini sejatinya bertujuan untuk memberikan kepuasan pelayanan yang optimal kepada penumpang sehingga penumpang mendapat kesan positif terhadap maskapai tersebut. Pada poin ini, penulis melalui metafora kru pesawat ingin menekankan bahwa memberikan kenyamanan kepada lingkungan sekitar pada titik tertentu perlu dilakukan karena kesuksesan juga memerlukan networking.

 

Seorang ATC atau pemandu lalu lintas udara adalah profesi yang bertugas memastikan jalur penerbangan selalu dalam kondisi aman, tertib, dan lancar. Dalam melakukan pekerjaannya ini, seorang ATC kerap berkomunikasi kepada pilot untuk membantu pilot. Melihat alur kerja antara ATC dengan pilot ini, maka dapat dipastikan bahwa penulis ingin pembaca mengambil filosofi dari alur tersebut yaitu bahwa untuk berhasil maka seseorang memerlukan coach, untuk itu perlu mengambil coach yang kompeten.

 

Untuk pembahasan yang terakhir, sengaja yang gue tulis yaitu tentang pilot..hehe. Menurut penulis, tidak bisa dipungkiri kalo jam terbang seorang pilot juga menentukan kemahirannya dalam menerbangkan pesawat. Pas baca bagian ini, gue pribadi merasa seperti hidup sehari – hari biar mahir ya ngga ada cara lain selain dijalanin aja. Karena terkadang semisalkan udah tahu semua teori – teori pemberdayaan diri pun, kalo belum dijalanin belum tahu juga kekurangan diri sendiri di titik yang mana, karena kalo di atas kertas kan semua kelihatan bisa – bisa aja atau lempeng – lempeng aja buat dijalanin. Tapi pas dijalanin, kadang ngga semulus itu karena godaannya itu yah..wkwk.

 

Sebagai penutup, buat yang suka entrepreneurship, di buku ini penulis juga mengaitkan setiap filosofi yang bisa diambil dari pesawat terbang tersebut ke dalam dunia kewirausahaan yang dijalaninya sehari – hari. Pada bagian – bagian tertentu saat membaca buku ini, gue berasa seperti lagi baca buku harian seseorang karena menceritakan baik kegagalan penulis sebelum mempraktikkan filosofi – filosofi pemberdayaan diri dan keberhasilannya di dunia kewirausahaan saat menerapkan filosofi – filosofi tersebut. Jadi intinya menurut gue buku ini bagus dan cocok buat siapa aja yang suka sama tema – tema pemberdayaan diri, jadi silahkan dibeli langsung ya buat yang masih penasaran (100% ngga dibayar buat endorsement ya :p ).

 

Ada yang mau nambahin lagi soal filosofi apa yang bisa diambil dari dunia penerbangan?

52 thoughts on “AIRCRAFT IN YOU

  1. Nyatanya masih ada orang yang abai atau tidak peduli ketika pramugari memberikan peragaan keselamatan dalam penerbangan. Padahal itu sangat berguna selama penerbangan.

    Ga nyangka kalau dalam proses penerbangan bisa diambil sebagai gambaran untuk menjalani hidup.

    Kadang ketika pesawat baru berhenti, banyak penumpang yang terburu-buru untuk segera keluar dari pesawat. Padahal hal itu mengajarkan kita untuk sabar, tidak terburu-buru, dan bergerak sesuai dengan waktu atau giliran kita. Banyak penumpang yang terburu-buru. Padahal tindakan itu sangat berbahaya bagi dirinya sendiri dan penumpang lainnya.

    Selain itu, ada petugas parkir pesawat. keberadaan petugas itu membantu pilot untuk menempatkan pesawat sesuai dengan tempatnya. Mesti ada kepercayaan dari pilot dengan petugas tersebut. Secara filosofi, seperti halnya hidup, kita juga mesti memberikan kepercayaan kepada orang lain agar kita bisa mencapai tujuan bersama.

    Artikel yang menarik kak Febi 🙂

    1. Iya, vai soal poin bergerak sesuai dengan waktunya, gue sepakat sih soalnya kalo gue liat dari orang – orang yang udah berhasil meraih apa yang mereka mau, mereka itu dapetin hal itu setelah ngelewatin suatu proses tertentu (berproses) alias ngga instan..
      Ini sama aja kan dengan kata lain, orang secara hukum alam harus “antri” kalo mau berhasil dapetin apa yang dia mau (katakanlah impian mungkin gitu ya)..
      Kalo dapetinnya dengan “nyerobot”, biasanya pasti ada “sikut kiri – sikut kanannya”..hehe.

      Oia, soal metafora juru parkir pesawat, kayaknya penulisnya perlu liat juga nih biar bisa dimasukkin ke bukunya..
      Selain ATC ada juga juru parkir pesawat yang bisa dianalogiin sebagai “coach” yang juga perlu dikasih kepercayaan..

      Thanks masukannya, badass 😀

  2. Menarik juga ini buku, bisa bahas filosofi dari sudup pandang dunia penerbangan. Gw yg emang kadang-kadang naik pesawat buat bepergian bener2 nikmatin artikel ini dari hal-hal teknis, sampe hal yang nonteknis. Menarik buat dibeli dan dibaca nih bukunya.

    1. Dari judulnya ‘ Aircraft in You’ saja sudah tersirat sisi humanisnya ya Kak. Ternyata setelah dibaca, konteks filosofi dari pesawat terbang related dengan keseharian kita termasuk di bidang kewirausahaannya. Saya tertarik di point ‘maintenance’ atau ‘ up grade ‘ diri. Saya jadi introspection diri. Jika saya terlena ‘comfort zone ‘ saya tidak akan bertumbuh dan berkembang lagi. Ups, terimakasih kasih kak feby atas review buku semencerahkan ini. Oh ya, satu hal dari dunia penerbangan yang saya noted adalah ‘ bersiaplah untuk segala kemungkinan, termasuk yang terburuk.’

      1. Unik loh ini, menghubungkan antara pesawat yang benda mati dengan kehidupan kita. Besides, kita juga jadinya paham beberapa istilah dalam kedirgantaraan hehe

        1. Iya, buku ini unik banget..hehe.
          Selain kaya filosofi, juga bikin lebih gampang inget istilah-istilah di dalem pesawat karena dikaitkan sama kehidupan kita sehari-hari ya 🙂
          Btw, thanks udah mampir..

      2. Iya, mba Tuty..
        Bahkan dari buku ini, aku pribadi baru tahu kalau pesawat ternyata moda transportasi yang sebenernya paling aman dibanding moda transportasi lainnya karena prinsip “bersiaplah untuk segala kemungkinan, termasuk yang paling buruk” itu..
        Apalagi di saat pandemi ini, semestinya ini waktu buat kita untuk upgrade diri karena ada banyak waktu di rumah yang bisa kita manfaatin yah, mba 🙂

        Btw, thanks udah mampir..

  3. Menarik banget ni buku, jadi pengen baca. Sudut pandang orang tentang penerbangan dibahas apa lagi tentang SWOT-nya. Jadi inget dulu kuliah pernah analisis sesuatu pake metode SWOT juga hehe

  4. Terima Kasih Mba Febi atas ulasannya, sebelumnya kita perlu apresisasi yang sangat besar untuk Penulisnya, menurut saya penulisnya ini adalah orang yang kreatif sekali, bisa menghubungkan dunia Aviasi dengan prinsip prinsip hidup umat manusia.

  5. Setiap komponen dan sumber daya manusia yang ada di pesawat punya filosofinya masing-masing ya untuk bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Menarik juga ditambah dengan pengalaman pribadi penulisnya. Jadi cukup reflektif.

  6. Bagus banget Kak Feby penulisannya, pelan-pelan dan rinci gitu aku bacanya. Ini buku berat banget kayanya ya, filosofi semua, ngantuk gak sih kak baca buku ginian? Hehehe. Tapi bagian “semesta akan nyeimbangin yang ga seimbang, walau awalnya kaget” itu kaya relate banget ya sama pandemi ini. Kayanya itu yang sedang dilakukan semesta, melakukan penyeimbangan, akibat ulah manusia yang udah keterlaluan ngerusak bumi.

    1. Ini filosofinya banyak banget. Tapi ada satu hal sih yang aku merasa harus diperdalam.

      Tentang tujuan hidup. Apasih tujuan hidup aku? Kadang sih aku suka ngerasa bosen, hampa, dan gak jelas. Kalo dipikirkan lagi, ya aku masih bingung. Apasih yang aku cari dalam hidup ini?

      Btw, thanks for sharing kak!

    2. Makasih Merry, komen positif itu mood booster tersendiri lo buat mulai nulis lagi 🙂
      Iya, gue pribadi percaya kalo pandemi ini bagian dari penyeimbangan semesta dan sekaligus penciptaan “jeda” secara alamiah..
      Btw, thanks udah mampir..

  7. Wow banyak banget filosofi sudut pandang dari buku ini. Positive dan membangun pengembangan diri nih kak. Dan bisa banget diterapin dalam kehidupan. Gue jadi belajar juga tentang komponen pesawat nih.

  8. Sbg orang yang lumayan sering pake pesawat tiap traveling aku baru tahu loh banyak banget nilai filosofis yang relate banget sama kehidupan kita sehari-hari. Setelah dipikir-pikir iya juga ya…kalau naik pesawat udh jelas tujuannya mau kemana, barang apa yang kudu dibawa pas sampe tujuan…jd semua tepat fungsi. Hemm naik pesawat udah kayak refleksi diri ya…menarik banget! Thanks for sharing sis…

    1. Jadi inget quote novel critical eleven.
      Kurlebnya, dalam dunia penerbangan mempunyai sebelas menit waktu kritis yang disebut critical eleven. Dan ini menentukan nasib para awak pesawat.

      Mungkin istilah jam terbang itu diambil dari sini ya. Buat penilain profesi dibidang apapun.

      1. Manusia juga pernah punya waktu-waktu kritis yang menentukan manusia itu gimana kedepannya yaitu saat di masa remaja..
        Masa remaja yang sering dibilang masa-masa strom and stress..
        Kalau bisa sukses lewatin masa ini, biasanya 70% kedepannya lebih mudah 🙂

        Btw, thanks udah mampir..

  9. Kalau seoarang yang ahli pesawat bisa membuat buku filosofi dengan analogi pesawatnya, mungkin montir mobil atau motor juga bisa yah.. dengan analogi komponen di dalam mobil

    1. Ternyata dari penerbangan banyak sekali filosofinya ya, tapi sebagai orang awam pasti banyak yang nggak paham dengan filosofi-filosofi tersebut.

      Buku yang menarik, Penulisnya keren melihat filosofi dari sudut pandang yang berbeda

    2. Mungkin aja bisa, karena filosofi kehidupan kadang-kadang kita temuin di benda-benda lain yang ada di sekitar kita, contohnya aja kayak rubik (filosofi rubik) dan mungkin masih banyak dari benda-benda lainnya..
      Btw, thanks udah mampir..

  10. ternyata segala macam piranti, persiapan, operasionalisasi dan tujuan penerbangan bisa di konotasikan juga yaa sama perjalanan hidup kita sehari-hari.

    Setuju banget sih sama penentuan tujuan hidup (destinasi) dan check list persiapan dan to do list yang perlu dilakukan buat mencapai tujuan itu. terkadang (kalau emang lagi niat dan inget) aku pun suka buat notes buat target2 jangka pendek, atau pun jangka panjang dan harus ngapain aja buat capai target itu.

  11. Keren banget sih ini, mengaitkan filosofi yang bisa diambil dari pesawat terbang dalam dunia kewirausahaan sehari-hari. Menarik idenya. Dan beneran lho, mulai dari pilot yang menentukan arah sesuai koordinat, dst…Begitu banyak filosofi dan lesson learned-nya

  12. Penulisnya pinter banget bikin cerita soal penerbangan tapi dikaitkan juga sama perjalanan hidup manusia. Jadi pembaca yg ada di buku ini bisa ada dua. Pertama cocok bt yg suka soal penerbangan. Kedua cocok bt yg suka bacaan pengembangan diri

    1. Iya, jadi bikin yang suka pesawat terbang jadi belajar pemberdayaan diri dan yang suka tema-tema pemberdayaan diri jadi cepet ngudeng sama cara kerja pesawat beserta istilahnya yang ajaib..hehe.
      Btw, thanks udah mampir..

  13. Menarik sekali ternyata pelajaran2 atau pun filosofi yang bisa dipetik dari sebuah pesawat dengan segala atribut pendukungnya. Keren banget sih ini kalau menurutku, aku termasuk orang yang sempat takut waktu naik pesawat lagi setelah lama tidak naik pesawat, dan lalu aku mulai menyesaikan diri dan belajar dari seorang anak kecil yang duduk di bangku di depanku untuk menikmatinya, meski nggak sering juga naik pesawat tapi kemudian aku akan memilih naik pesawat jika ada pilihan yang membuat perjalananan menjadi lebih efisien dan efektif. Tapi pernah, saat naik pesawat di malam hari/penerbangan malam, suasana terasa begitu syahdu dan membuat pikiran jadi banyak berkelana memikirkan tentang prinsip atau nilai kehidupan yang terkait dengan penerbangan, waktu itu sempat berpikir sedikit tentang filosofi pesawat dan penerbangan tepat sebelum take off…rasanya seru dan menarik sekali…dan aku kira cuma aku yang rada aneh begitu hehe..
    Eh, ternyata ada seseorang hebat yang kemudian sampai menuliskannya dengan begitu lengkap, ah bikin tambah menarik lagi. Kak Febi menjabarkannya juga bagus sekali dan detail kak, suka deh dengan gaya pemaparannya. Terimakasih banyak sudah mengulas dan membaginya kak..membuat aku jadi memiliki sebuah energi semangat lagi…😃😊

    1. Makasih banyak, komen positif bikin semangat nulis on teruss..hehe..
      Wah, wah ternyata satu frekuensi sama penulisnya ya..
      Apa ini efek sering yoga jadi “tercerahkan”? 🙂
      Btw, thanks udah mampir..

  14. baca tulisannya ngga cukup sekali nih beb, gue scroll lagi berulang ulang. gue selama ini berpikiran naik pesawat terbang itu seperti dimasukan ke dalam kotak trus di lempar ke udara, sudah tidak ada lagi kontrol manusia, tinggal serahin hidup sama Yang Maha Kuasa.

    baca ini sedikit mengurangi kekhawatiran gue naek pesawat. semua sudah diperhitungkan, dipersiapkan dengan seksama, sisanya tinggal berserah, best laid plan is belong to God

    makasih ulasannya beb

  15. Wow buku ini menarik untuk dibaca..
    Clara juga akan merekomendasikan buku ini kepada peminat penerbangan di sekeliling Clara..
    Bukan hanya sekedar mengejar mimpi sebagai pilot saja yang mereka tahu, tapi mereka juga bisa belajar mengambil pelajaran hidup dari filosofi yang dihadirkan dalam buku ini.
    Thank you, review bukunya kak.

  16. Dari pesawat dan berbagai macam istilah dalam penerbangan bisa jadi banyak banget pembelajaran dan filosofi. Keren sih bagaimana penulis mengemas buku ini. Mulai dari gimana set goal, membuat check list, swot dll sebagainya.

  17. Ternyataa filosofinya cukup dalam yaa, semua aspek penting dan “saling” satu sama lain tapii ini review-nya keren sih point2nya dapet banget. Kalau aku yg baca boro2 nulis review buat paham sama maksud penulisnya aja gak bisa sekali baca wkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!