THE HO[S]TEL

Mau intip “jebakan Batman” di bisnis penginapan ?

Kali ini gue mau sharing tentang buku yang pernah gue baca yaitu The Ho[S]tel. Buku ini adalah karya dua orang traveller asal Indonesia yaitu Ariy dan Sony. Melirik dari judul dan hobi penulisnya pasti udah ketebak dong, isi buku ini tentang apa? Yup, buku ini bercerita seputar pengalaman kedua penulis tadi saat sedang menekuni hobi mereka yaitu travelling.

 

Terus apa yang membuat gue memutuskan untuk membaca buku ini?

 

Alesan gue memutuskan untuk membaca tulisan ini adalah karena memilih penginapan saat travelling itu menurut gue pribadi lebih krusial dibandingkan memilih jenis transportasi ataupun memillih makanan apa yang bakal gue konsumsi saat travelling. Karena menurut gue, setelah capek seharian eksplor destinasi wisata, pasti kita perlu tempat istirahat yang aman dan nyaman buat mengisi lagi energi tubuh kita sehingga besoknya kita siap tempur untuk eksplor destinasi wisata lainnya. Ngga mau kan, kalo kita sudah bayar mahal buat travelling, tapi ternyata rencana eksplor jadi gagal karena tubuh ngga fit karena kurang tidur. Belum lagi kalo diantara barang bawaan kita ada beberapa barang yang krusial banget, jadi perlu tempat penginapan yang aman sebagai tempat untuk transit alias titip sementara barang-barang kita. Dan dari resensi yang gue baca sebelum membeli buku ini, ternyata buku ini bisa menyediakan apa yang gue butuhkan karena berfokus untuk memberikan insight dalam memilih penginapan. Tapi setelah gue baca sampai habis, -diluar dugaan- ternyata buku ini juga menyelipkan satu (1) insight tentang aspek makanan yang masih terkait sama dunia penginapan yang jadi fokus utama. Dimana wawasan ini esensial banget buat yang hobi pelesir.

 

Terus apa yang gue rasakan setelah membaca buku ini?

 

Setelah baca buku ini yaitu buku ini fokus menceritakan pengalaman kedua penulis saat memilih penginapan saat travelling. Karena kedua penulis punya gaya travelling yang berbeda, yaitu Ariy lebih condong ke turis “ransel” dan Sony lebih condong ke turis “koper”, menjadikan pengalaman yang diceritakan di dalam buku ini terasa saling mengisi. Pengalaman dalam memilih penginapan merentang dari pengalaman di hostel dengan tipe dormitory hingga ke hotel berbintang dengan tipe kamar suite (sesuai dengan judul bukunya yaitu The Ho[S]tel yaitu peranakan antara Hotel dan Hostel). Apalagi ditambah daya jelajah dari kedua penulisnya yang ngga hanya travelling di level lokal, tapi sudah ke mancanegara membuat mencicipi buku ini serasa mencicipi madu yaitu ringan namun bermutu.

 

Isi dari buku ini sendiri yaitu terdiri dari sembilan belas (19) buah cerita yang ditulis dengan gaya bahasa yang ringan, humoris, terkadang emosional, dan padat oleh kedua penulisnya. Jadi jangan pernah membayangkan yah kalo per cerita itu bakal panjang banget karena setiap cerita begitu to the point tanpa kehilangan nyawa untuk membuat pembaca terbawa suasana..hehe.. Dan yang lebih menariknya, di setiap akhir cerita selalu diberikan tips untuk mencegah pembaca masuk ke dalam situasi “jebakan Batman” yang pernah dialami oleh kedua penulisnya.

 

Dari belasan cerita yang ada di dalam buku ini pada intinya terbagi ke dalam beberapa rasa yaitu lucu, menyenangkan, horor, dan bahkan kriminal. Berbagai rasa ini mengajarkan beberapa pesan moral seperti kesabaran, daya adaptasi dan ketelitian. Oia, meskipun buku ini fokus ke dalam topik untuk memilih penginapan, buku ini juga memberikan satu (1) tips penting seputar makanan karena sulit rasanya memisahkan dunia akomodasi dengan dunia food and beverages (service). Tips ini diselipkan dalam satu (1) cerita, namun terasa begitu esensial karena tips ini penting sekali terlebih untuk traveller yang memiliki batasan dalam hal makanan dan minuman misalnya seperti traveller Muslim, vegetarian, ataupun karena adanya alasan kesehatan. Dan buku ini menurut gue hadir dengan sukses tanpa menjadi spoiler karena tidak menyebutkan “merk”. Mungkin hal ini adalah hal yang biasa di dunia penulisan profesional, tapi setidaknya buat gue yang masih amatir itu adalah hal yang penting yaitu bagaimana bisa berbagi informasi tanpa menjadi spoiler.

 

Pada akhirnya, sulit buat gue untuk memilih cerita mana yang menjadi favorit karena semua terasa begitu memiliki space tersendiri. Akhir kata, buku ini akan sangat bermanfaat untuk traveller yang dulunya mungkin memiliki pola pikir “yang penting murah” dalam memilih tempat penginapan, sehingga dapat meminimalisir dari sindrom holiday blues ataupun post-holiday blues. Gue ngga bermaksud untuk menyarankan memilih yang mahal yah, namun lebih diseimbangkan antara sisi dana dengan sisi keamanan dan kenyamanan. Dan seperti yang sudah diketahui secara umum, kalau dalam dunia travelling masalah pasti akan selalu ada, sehingga persiapan berguna untuk meminimalisir resiko bukan menihilkan resiko. Tidak ketinggalan juga untuk para pengusaha di dunia tourism, mungkin bacaan seperti ini bisa menjadi bahan masukan untuk strategi bisnis. Buku ini adalah edisi pertama, dan gue berencana dalam waktu dekat ini buat membaca edisi kedua yaitu The Ho[S]tel 2. Pokoknya cool deh, buku ini.

 

Sekarang udah punya jurus kan, buat nangkis “jebakan (si) Batman”?..hehe..

 

Daftar Pustaka:

Ariy, dan Sony. 2013. The Ho[S]tel. Yogyakarta: B First

 

IG : @estalinafebiola

7 thoughts on “THE HO[S]TEL

Leave a Reply